33++ Kumpulan Puisi Sahabat Dan Sobat Sejati


Persahabatan atau pertemanan ialah perumpamaan untuk menggambarkan perilaku sosial yang saling bekerjasama dan saling mendukung. Sahabat atau teman bisa juga diartikan sebagai orang yang memilki korelasi perasaan, pengetahuan, afeksi dan kesetiaan satu sama lain.





Hubungan akrab tersebut mampu menjadi insipirasi dari suatu puisi. Sajak dengan kata-kata indah bertema persahabatan dapat menjadi perumpamaan kasih sayang, amarah, kesediahn, kerinduan, cinta, kepedulian, dan sebagainya.





Hubungan persahabatan pun tidak hanya dilakukan antara manusia, tetapi juga antara manusia dan binatang peliharaan. Contoh persahabatan binatang dan insan yang populer yaitu Hachiko yang setia menanti tuannya. Selain itu, persahabatan antara manusia dan hewan juga banyak diangkat dalam film, seperti Doraemon dan Nobita.





Berikut ini ialah contoh-acuan puisi sahabat yang mengungkapkan bermacam perasaan. Melalui kata-kata yang disusun menjadi bait-bait karya sastra sedemikian rupa, persahabatan menjadi nampak lebih berwarna.






Puisi Sahabat





Oleh: Kahlil Gibran





Sahabatmu adalah tanggapan dari kebutuhanmu
Ia yakni lading yang kamu tebar
dengan cinta dank au panen juga





Dia yaitu papan dari perapianmu
Karena kau tiba padanya dengan rasa laparmu
Dan kamu mencarinya untuk kedamaian





Ketika temanmu membahas pikirannya
Kau tak takut “tidak”
Dalam pikiranmu sendiri, atau menawan “ya”
Dan saat dia membisu,
Hatimu berharap tidak akan mendengarkan hatinya





Karena tanpa kata-kata
Dalam persahabatan
Semua pikiran, semua impian
Semua cita-cita dilahirkan dan diserakkan
Dengan kebahagiaan yang tak terkatakan





Kala kamu berpisah dengan sahabatmu
Kau tidak menderita
Karena yang kamu cintainya mungkin kan tampaklebih terang
Kalau ia tak ada,
Seperti gunung yang terlihat lebih terperinci dari gurun pasir





Dan biarkan tak ada tujuan
Dalam persahabatan menyimpan semangat yang salam
Karena cinta yang tidak mencari apapun
Kecuali penelisikan misterinya





Bukanlah cinta yang bantu-membantu
Melainkan suatu jaring
Dan hanya kesia-siaan yang sukses ditangkap





Kala ia mesti tau wacana ombakmu
Birakan beliau tau tentang banjir-banjirmu jua
Untuk apa seorang teman harus kau cari
Dengan waktu yang kamu bunuh?





Carilah dia selalu dengan waktu untuk hidup
Karena ia ada untuk menyanggupi kebutuhanmu
Tetapi bukan kekosonganmu
Dan dalam manisnya persahabatan,
Biarkan ada tawa dan kebahagiaan





Rindu Sahabat





Oleh: Verrenika Asmarantaka





Di abad malam datang
Di ketika itulah saya senantiasa merindukanmu
Kamu yang dulu selalu bersamaku
Kini kau telah jauh di negeri orang
Kita terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh.





Andai kamu tau
Aku di sini selalu merindumu
Aku rindu pada sosok dirimu yang begitu ceria
Entah gimana keadaanmu kini





Hanya potret gambarmu yang mampu menepis rindu ini
Kau adalah teman terbaikku
Jangan lupakan saya
Walau raga kita jauh, namun kita tetap satu tujuan









Sahabat Tersayang





Bergandeng tangan
Ke mana pun kita berjalan
Berjalan menyusuri lorong kecil pun jalanan besar
Tak pernah sekalipun menyerah
Tuk hingga sebuah tujuan





Erat sungguh periode itu
Kau pegang tanganku
Begitupun aku
Memoriku masih ingat betul
Kala itu kita masih begitu polosnya





Berjalan tak peduli itu duri
hutan lebat, ataupun berliku
Kita terjang begitu saja
Akupun tak takut apapun itu
Karna aku tak sendiri





Ada kau sahabatku…
Aku yakin padamu
Menyusuri jalan yang berliku
Mengambil keputusan tanpa anutan panjang





Berjalan dan berlari
Dengan begitu yakinnya
Tak peduli hujan pun gelap malam
Teringat pada tujuan nan jauh di sana
Demi itu saja





Dan kini kita sudah sampai, sobat
Lakukan apa yang kau impikan
Akupun demikian
Mari kita lukis kembali perjalanan hidup
Di tanah rantauan ini.





Tak Lekang Oleh Waktu





Oleh: Catur Setianingsih





Diawali dari perkenalan
Tersusun menjadi keakraban
Mengisi hari-hari penuh makna
Terjalin persahabatan antara kita





Hari-hari makin berlalu
Walaupun aku dan kamu hanya sebatas waktu
Kita sudah ukir suatu persahabatan
Melangkah dalam satu rasa, suka maupun duka





Telah berlembar-lembar cerita kita torehkan
Berbaur dalam persahabatan yang indah
Kamu begitu mengetahui apa mau dan maksudku
Sahabat… kaulah sahabat dalam hidupku
Tak pernah tidak senang menyakiti
Tak pernah pula berhenti memberi motivasi





Sahabat…
Waktu telah bergulir
Tali persahabatan telah kita rajut
Bersama kita semaikan kembang-kembang di hati
Dalam keinginan ini, dan dalam angan ini
dan dalam asa mimpi ini
Hanya satu kuingin, hati kita sama
Di dalam satu kalimat, bahwa aku dan kamu





“Tak lekang oleh waktu”





Untuk Sahabat





Oleh: Distryadeanis





Layaknya lilin di tengah gulita
menyiramkan cahaya dalam kegelapan
Seperti mentari di pagi buta
menghantarkan sinar kehangatan, menghalau kebekuan
Bagaikan bintang yang mewarnai malam
yang tak membiarkan rembulan mengangkasa tanpa teman
menenteng keceriaan dan kesetiaan





Bersamamu…
Melalui hari-hari yang sarat liku
Bergenggaman akrab menepis bingung dan nestapa
Berbagi cerita…
Tentang impian tetapi bukanlah angan belaka
Tentang cinta yang membuncah tetapi tertahan di dalam jiwa
Tentang keinginan yang akan digapai di abad tiba
Tentang kegagalan yang nyaris meremukkan akidah





Sahabat…
Kita bareng dalam suka maupun duka
Saling mengingatkan di tengah canda
Aku berharap dan berdoa…
Kita kan terus melangkah bareng
Menggapai ridho dan cinta-Nya
Meski jarak membentang di antara kita
Tak kubiarkan meluluhkan benang kasih yang telah tercipta





Sahabat…
Terima kasih untuk semuanya
Dan biarkanlah kisah kita terus terangkai
Kini, esok, hingga era depan
Aku besar hati dapati Dirimu seadanya
Kupikir, pantaslah dirimu kutemani
Aku bahagia, Sungguh ingin terurai Kata





Kaulah sahabatku…
Bila hari-harimu tertimpa Bahaya
Kudoakan Kasih Bagimu
Bila hari-harimu dilanda sedih
Kudoakan Harapan Bagimu
Bila Hari-harimu Barlarut ceria
Kudoakan Damai bagimu
Selama matahari masih terbit dan terbenam
Selama panas dan hujan masih silih Berganti
Selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya





Akulah sahabatmu…
Biarpun kita tak mungkin bersama
Sendiri kan kurangkai karsa
Sendiri kan kususun cerita
Berjalan terus menggapai cita
Dalam satu asa dan doa
Bahagia menyertaimu selamanya





Motivator Sejati





Sang sobat delegasi Tuhan
Ajakan dan nasihat yang kau beri
Jadikannya sosok yang bermakna
Guna dewasaku di kala depan





Motivator sejati…
Kau beri penataran ciptakan penyelesaian
dari perangkap kehidupan yang membelenggu aliran
jadikan diri ini seputih melati
Semangat motivasi yang tak pernah berhenti
Dari pengalaman yang kau beri
Ikhlas dan lapang dada arahanmu
Tuk raih tujuan hidupku





Motivator sejati…
Janganlah kamu pergi
Dari kehidupanku ini
Tinggalkan ku sendiri
Urai akal busuk berduri
Dalam sepinya pandangan baru yang kumiliki





puisi sahabat




Sahabat Itu…





Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang atau sukar
Tak perlu berkata beliau pasti mendengar
Semua kisah akan tercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kurun kita salah mengambil langkah
Menyokong periode kita mengangkat satu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menimbulkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi





Dan,
Selalu mirip itu hingga takdir memisahkan.





Sahabat





Oleh: Margerietje Carla





Di relung hati ini terukir kenangan
Indah berdandan menhias hati
Ingin rasa tuk segera bercerita
Mengenang tentang seorang langsung





Rentang waktu yang panjang mengawali
Terjalin jumpa tak disengaja
Canda tawa mengisi dongeng warna
Tercipta komitmen satu jadi sobat





Gumul juang lelah melewati hari-hari
Semua terasa seakan tak bermakna
Sirna di era ada di sampingmu
Dia sudah menjadi sobat seumur hidup





Bahasa Langit





Oleh: Hanifah Nadya Kartika





Gumpalan awan di langit biru
Bercerita cerita kita
Saat deras hujan bagai air mata
Dan cerah mentari jadi wajah kita





Warna pelangi di langit biru
Hanya jadi saksi bisu
Saksi cerita perjalananku denganmu
Saat perbedaan jadi keindahan





Langit pun berbahasa
Dan bersenandung ria
Lantunkan lagu rindu antara engkau dan saya
Oh sobat…





Langit pun berbahasa
Tanda bersuka cita
Sambut esok dimana kita kan slalu bersama
Selamanya…





Dan dengarlah, dengarlah selalu
Itulah semua tentang kita,
kisah bahasa langit





Tiada Lupakan Ia





Siapa tak kenal pendamping setia
Selalu ada untuk kita, saat suka atau murung
Siapa tak tahu perbuatan haru
Seorang penyeru, dengan isi hati yang syahdu
Siapa tak senang melihat semua riang
Bahagia senantiasa, meski saat dikala tertentu
Duka mampu tiba beribu.





Sahabat…





Itulah beliau pendamping setiaku
Seseorang yang menjaga harkat martabat
Teman dekat sepanjang era
Sahabatlah dermawan dermawan tanpa uang.





Tanpa ragu tanpa paksaan
Kau tiba, masuk ke dalam perasaan
Kau sirami hatiku yang layu
Jadikan diri ini segar kembali





Sahabat Sejati





Oleh: Taufik Hidayat





Sahabat sejati bukanlah dicari
Mencari sahabat pasti percuma
Sahabat sejati tak perlu dicari
Sahabat sejati tiba sendirinya





Di abad sulit datang tanpa dicari
Walau tak kisah wacana kesulitan diri
Bila tak tiba sahabat sejati
Ingat yang tak terlihat senantiasa menemani





Kala bahagia orang mendekat
Kala sulit orang pelupa
kurun susah dialah teman
Kala senang janganlah dilupa





Manusia selalu mencari sobat
Dimana dia berada senantiasa mencari
Namun sobat sejati tidak terlihat
Tak berjumpa maka pada yang terlihat





Lihatlah anak-anak dahulu mencari sobat
Tak acuh laki-laki dan wanita
Tak peduli kaya dan miskin serta agama
Walau kini mungkin cuma ada di laskar pelangi





Pada alhasil, tiada ada sahabat sejati
Cuma biasa sobat bersenda
Datanglah ke hadapan Ilahi
Karena Dialah sobat sejati





Ketika telah mendapat teman sejati
Kata mencari tiada lagi berarti
Kata mencari berkembang menjadi pada menjadi
Itupun bila ada mengharapkan





Dengan ketangguhan matahari
Ia menjadi teman seisi bumi
Dengan lemahnya rumput mini
Ia kawan yang rebah memandang awan





Dengan hitamnya pusat bimasakti
Ia sahabat bintang-bintang galaxi
Dengan fananya bubuk angkasa
Ia akrab dengan cahaya





Dengan sendirinya di padang pasir
Ia berteman dengan gemintang malam
Dengan bermenungnya di gua sunyi
Ia bersahabat dengan tetesan air suci.





Bintang untuk Sahabat





Oleh: Siti Halimah





Malam nan suci dan sepi
Menarikku untuk keluar dari rumah
Kupandangi Langit malam
Ternyata bertaburkan Bintang yang tak terhitung jumlahnya





Andaikan ku seorang bidadari
Kan kubawa diriku dan sahabatku untuk menari di atas sana





Kuraih sebuah bintang terindah
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang senantiasa menemaniku









Sinar Seorang Sahabat





Oleh: Rifa Annisa





Dalam suatu kesunyian
Dijalan pelita
Soal hidup yang kadang tak menentu
Merangkai kisah dalam kesendirian





Ungkapan tulus dari seseorang
Seolah menjadi sinar yang mendadak tiba
Berbagi duka dan tawa
Ibarat angin yang menebar keceriaan
Atau bulan yang setia menemani kegelapan
Disaat ku jatuh dan pasrah





Kawan…
Temani bintang yang kesepian ini
Yang cahayanya nyaris pudar ini
Yang enggan menawarkan kerlip kebahagiaannya





Ayo rangkai sebuah kisah persahabatan
Kisah yang tak pernah berakhir meski ditelan waktu
Ayo jalani bareng
Takdir kita jalani dengan sarat usaha





Persahabatanku





Oleh: Arbani Yasiz





Saat saya jatuh terpuruk tak berdaya
Persahabatanku ku agungkan di nadiku
Tekadku ada di bahu mereka





Harapanku kokoh
Dalam genggaman mereka
Keharuan mana yang bisa ku dustakan
Melihat ketulusan yang tak terbantahkan





Semangat mereka begitu membara
Mencari keadilan yang tak bermuara





Puisi Sahabat Kecil





Teman,
Taukah kau semenjak kapan kita melewati banyak momen bersama?
Berapa lama kita menjadi sahabat?
Benar, saya tak ingin tau itu
Pun tak ingin menghitungnya





Karena persahabatan kita selamanya
Karena kau selamanya di hidupku
Bersamamu, teman
Dukaku hancur menjadi bahagia
Airmataku hilang menjadi tawa





Kepenatanku pun sirna begitu saja
Diamku pecah menjadi ceria
Lalu ceria itu menjadi senang kita semua
Mari kita senantiasa mempertahankan persahabatan ini
Hingga nanti, nanti, dan nanti





Nanti, waktu yang tak terkira
Agar kita tak hanya berteman dan erat
Kala senang saja
Agar persahabatan kita tak sampai pada kala kecil saja





Sahabatku





Bagiku engkau adalah jiwaku
Senyummu adalah semangatku
Kata katamu adalah penguat belulangku
Simpatimu yakni nafasku…





Pagiku cerah dengan tawamu
Siangku indah tak pernah kelabu
Malamku hangat dengan candamu
Mimpiku indah karenamu





Apakah engkau seorang malaikat?
Bertubuh insan sejuta harkat
Karenamu aku bermatabat
Sungguh sejati engkau sahabat.





Tangan Tuhan





Dengan menyebut nama Tuhan
kutampakkan syair ini
dalam bingkai persembahan
Kutuangkan isi hati





Sahabat…





Karena Tuhan kita dipertemukan
sebab Tuhan kita disatukan
dan alasannya Tuhan kita berjuang





bersamamu kulalui jalan
jalan hitam menuju Tuhan
bersamamu kudaki keinginan
harapan sejati menghadap Tuhan





Kau benamkan tangisan
dan kamu tampakkan keinginan
kau tebarkan kehangatan
dalam indahnya kebersamaan





jikalau Tuhan sudah melukiskan
lukisan langit sore untukku
maka kamu sudah melukiskan
sejuta kenangan di hatiku





Engkau bagai tangan Tuhan
tangan Tuhan yang mengingatkan
betapa hampanya kehidupan
tanpa kasih sayang Tuhan
di bawah langit yang serupa
kuingin berdoa
semoga kita semua selalu bersama





Ketika Sahabat Menjadi Cinta





Kebahagiaan sebuah pertemanan sekarang
sudah bermetamorfosis keindahan sebuah cerita cinta
yang dulunya berantem kini menjadi damai akan datangnya cinta
dan pernah ada yang menyangka bahwa
Sebuah pertemanan bisa menjadi sebuah percintaan





Dan mungkin siapa pun tau
Bahwa cinta itu berawal dari suatu pertemanan





Keindahan suatu persahabatan lebih indah jika
ditambah dengan suatu kisah cinta antara dua makhluk
yang saling mencintai


Comments